Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Dokumen RENSTRA BVet Jayapura

18/12/2025 18:18:00 Admin Satker 16

1. Latar Belakang

Renstra disusun sebagai pedoman pembangunan Balai Veteriner Jayapura selama periode 2025–2029 dalam mendukung pembangunan peternakan dan kesehatan hewan nasional. Penyusunannya dilatarbelakangi oleh meningkatnya ancaman penyakit hewan menular strategis (PHMS), zoonosis, resistensi antimikroba (AMR), serta kebutuhan penguatan pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan. Wilayah kerja Balai yang mencakup seluruh Tanah Papua memiliki tantangan geografis, keterbatasan infrastruktur, serta risiko penyakit lintas batas dengan Papua Nugini.

 

2. Profil Organisasi

Balai Veteriner Jayapura merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Sejak tahun 2024, statusnya meningkat dari Loka Veteriner menjadi Balai Veteriner. Wilayah kerjanya meliputi enam provinsi di Tanah Papua dengan tugas utama melaksanakan pengamatan, identifikasi penyakit hewan, pengujian veteriner, serta pengujian produk hewan.

 

3. Visi dan Misi

Visi:

"Tumbuh dan berkembang untuk melayani masyarakat melalui pengujian veteriner yang cepat, tepat, dan akurat."

 

Misi:

Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia.

Menggunakan peralatan laboratorium yang modern.

Menerapkan metode pengujian yang mutakhir.

Mewujudkan administrasi yang unggul, efektif, dan akuntabel.

 

4. Permasalahan dan Tantangan

Beberapa tantangan utama yang dihadapi antara lain:

Keterbatasan jaringan internet di wilayah pedalaman.

Keterbatasan SDM teknis laboratorium dan surveilans.

Tingginya biaya pengiriman spesimen akibat kondisi geografis Papua.

Ancaman penyakit hewan lintas batas negara.

Kondisi geografis dan faktor keamanan yang menyulitkan kegiatan lapangan.

 

5. Isu Strategis

Renstra mengidentifikasi isu strategis sebagai berikut:

Internal

Keterbatasan SDM laboratorium.

Keterbatasan anggaran operasional.

Penguatan infrastruktur digital dan keamanan informasi.

Implementasi konsep green laboratory.

 

Eksternal

Ancaman penyakit hewan menular dan zoonosis.

Tuntutan pelayanan laboratorium yang cepat dan transparan.

Perubahan standar internasional kesehatan hewan.

Ancaman resistensi antimikroba (AMR).

Dampak perubahan iklim.

Penguatan kolaborasi melalui pendekatan One Health.

 

6. Tujuan Strategis

Selama lima tahun ke depan, Balai Veteriner Jayapura menargetkan:

Meningkatkan status kesehatan hewan melalui pengendalian penyakit.

Menjamin keamanan pangan asal hewan sesuai prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).

Meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan laboratorium.

Mewujudkan birokrasi yang profesional melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

 

7. Arah Kebijakan dan Strategi

Kebijakan organisasi diarahkan pada:

Penguatan kapasitas laboratorium veteriner.

Penguatan jejaring One Health.

Penguatan biosecurity wilayah perbatasan.

Transformasi digital pelayanan publik.

 

Strategi pelaksanaannya meliputi:

Digitalisasi pemetaan penyakit hewan.

Peningkatan kompetensi paramedik veteriner.

Optimalisasi anggaran berbasis prioritas.

Implementasi green laboratory.

Penguatan jaminan mutu laboratorium.

Surveilans berbasis risiko.

Modernisasi sarana laboratorium.

Penguatan kolaborasi lintas sektor.

Peningkatan pelayanan publik berbasis digital.

 

8. Program Prioritas

Program prioritas difokuskan pada:

Penguatan sistem kesehatan hewan nasional.

Penguatan laboratorium veteriner modern dan terakreditasi.

Peningkatan surveilans dan respons cepat penyakit hewan.

Transformasi digital sistem informasi veteriner.

Peningkatan kualitas pelayanan publik yang cepat, akurat, dan transparan.

 

9. Roadmap 2025–2029

Tahapan pengembangan organisasi direncanakan sebagai berikut:

2025: Penguatan kapasitas laboratorium dan tata kelola.

2026: Transformasi digital dan integrasi data laboratorium.

2027: Penguatan surveilans dan respons cepat penyakit hewan.

2028: Penguatan kolaborasi lintas sektor serta penerapan green laboratory.

2029: Optimalisasi pelayanan laboratorium veteriner modern dan berdaya saing.

 

10. Monitoring dan Evaluasi

Pelaksanaan Renstra akan diterjemahkan ke dalam Renja tahunan dan RKA-KL. Monitoring dilakukan setiap triwulan, evaluasi setiap akhir tahun, serta pengelolaan risiko difokuskan pada biosafety laboratorium, keandalan peralatan, dan distribusi spesimen dari wilayah terpencil. Hasil pelaksanaan dilaporkan melalui LKjIP sebagai bentuk akuntabilitas publik.

 

Kesimpulan

Renstra Balai Veteriner Jayapura 2025–2029 menjadi pedoman strategis dalam memperkuat peran Balai sebagai laboratorium veteriner rujukan di wilayah Papua. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kapasitas SDM dan laboratorium, penguatan sistem surveilans penyakit hewan, transformasi digital, penerapan One Health, peningkatan mutu pelayanan publik, serta tata kelola yang akuntabel. Dengan implementasi strategi tersebut, Balai Veteriner Jayapura diharapkan mampu memberikan layanan veteriner yang profesional, modern, cepat, tepat, dan akurat untuk mendukung kesehatan hewan, keamanan pangan asal hewan, dan kesejahteraan masyarakat.

Lampiran
1 Renstra Balai Veteriner Jayapura 2026 Lihat (Download)