Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Laboratorium

03/08/2026 14:41:13 Admin Satker 95

Laboratorium Bakteriologi

1. Laboratorium Bakteriologi merupakan salah satu fasilitas yang ada di Balai Veteriner Jayapura. Secara garis besar laboratorium Bakteriologi melaksanakan tupoksi yaitu pengujian serologis dan Indentifikasi. Sampel yang diuji berasal dari sampel pelayanan aktif yang dilaksanakan oleh personil Bvet di wilayah kerja BVet yang meliputi Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Selatan Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya serta sampel pelayanan pasif yang berasal dari pelanggan baik perseorangan maupun dari instansi pemerintah maupun swasta.

Pengujian serologis ada yang bersifat sederhana maupun kompleks yang berasal dari sampel darah ataupun serum dari hewan unggas maupun mammalia. Sedangkan pengujian Indetifikasi yaitu Identifikasi Morfologi Bacillus Anthracis dengan metode  Pewarnaan PCMB dapat berasal dari sampel darah EDTA atau ulas darah.

2. Personil

Personil laboratorium Bakteriologi terdiri dari 2 orang medik Veteriner

1. drh. Sri Indah Astuti Aituarauw

2. drh. Cikal Farah Irian Jati Saweng

 

3. Parameter Pengujian   : 

a. Pengujian Serologis

1. Aglutinasi Salmonella pullorum

2. Aglutinasi Mycoplasma gallisepticum/CRD

3. Aglutinasi RBT Brucella

4. Elisa Antibodi Brucellosis

5. Elisa Antibodi Paratuberkulosis

b. Pengujian Identifikasi

1. Identifikasi Morfologi Bacillus Anthracis dengan metode  Pewarnaan PCMBetode  Pewarnaan PCMB

 

Laboratorium Bioteknologi

1. Laboratorium Bioteknologi Balai Veteriner Jayapura memiliki peran strategis sebagai laboratorium pengujian berbasis molekuler di wilayah timur Indonesia. Berbagai kegiatan pengujian dilakukan dengan memanfaatkan teknologi PCR, baik secara konvensional maupun real-time, untuk mendukung diagnosa cepat dan akurat terhadap berbagai penyakit hewan yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi maupun berdampak pada kesehatan masyarakat.

Dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten serta fasilitas pengujian berbasis molekuler, Laboratorium Bioteknologi Balai Veteriner Jayapura terus memperkuat perannya dalam mendukung kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat di wilayah papua.

 

2.  Personil

Dalam melaksanakan tupoksi, laboratorium molekuler memiliki SDM sebanyak 3 personel dengan 1 personel medik veteriner dan 2 personel paramedik veteriner.

a.  drh. Denselina Lilis Patabang

b.  Aldilah Fahmi Sancoyo, A.Md

c.   Alexandra Meive Liu, A.Md

 

3.  Parameter Pengujian

Pengujian penyakit hewan yang dikerjakan di laboratorium bioteknologi meliputi :

a. African Swine Fever (ASF)

b. Afian Influenza (H7, N1, N2, H5 Clade 2.3.2, H5 Clade 2.1.3, dan H9)

c. Rabies

d. Newcastle Disease (ND)

e. Classical Swine Fever (CSF)/Hog Cholera

f.  Paratuberkulosis

g. Lumpy Skin Disease (LSD)

h. Peste des Petits Ruminants (PPR)

i.  Bovine Viral Diarrhea (BVD)

j.  Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

k.  Anthrax

l.   Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR)

m. Influenza Tipe A

n.  Brucellosisuenza Tipe A

n.  Brucellosis

 

Laboratorium Epidemiologi

1. Bagian Epidemiologi di Balai Veteriner (Bvet) Jayapura memiliki peran sentral dalam memantau, mencegah, dan mengendalikan penyakit hewan menular di seluruh wilayah Pulau Papua.

 

Tugas dan Fungsi Utama

1. Pemantauan Penyakit Hewan

Melakukan surveilans aktif dan pasif terhadap penyakit menular pada hewan ternak, unggas, dan hewan liar di wilayah Pulau Papua dan sekitarnya. Ini termasuk deteksi dini terhadap penyakit berpotensi wabah seperti PMK, LSD, antraks, rabies, dan penyakit virus hewan lainnya.

 

2. Analisis dan Penelitian

Bertanggung jawab mengumpulkan dan menganalisis data epidemiologi untuk memprediksi pola penyebaran penyakit. Bagian ini juga bekerja sama dengan laboratorium lain, seperti serologi dan virologi, untuk konfirmasi diagnosis.

 

3. Pencegahan dan Pengendalian

Memberikan rekomendasi terkait vaksinasi, karantina, dan sanitasi kepada peternak. Selain itu, bagian ini berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Kesehatan setempat untuk menjalankan program pengendalian zoonosis.

 

2. Personil

Sebagai salah satu unit di bawah Balai Veteriner Jayapura (BV Jayapura), yang merupakan salah satu UPT berada di bawah Direktorat Jenderal Peternakan Dan Kesehatan HewanKementerian Pertanian, Bagian Epidemiologi dipimpin oleh seorang Penanggung Jawab (PJ) yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala Balai. Tim ini terdiri dari Pj Epidemiologi, teknisi lapangan, dan staf administrasi.

 

Personil laboratorium Epidemiologi terdiri dari 3 orang Medik Veteriner :

1. drh. Nicolas Yarisetouw

2. drh. U'un Pramesthi

3. drh. Bese Dita

 

Lokasi dan Fasilitas

Bagian Epidemiologi berlokasi di Jalan Trans Papua, Abepura, Jayapura, Papua. Fasilitas yang tersedia mencakup laboratorium epidemiologi yang dilengkapi dengan peralatan modern untuk pemeriksaan sampel, pemrosesan data, dan analisis spasial menggunakan GIS (Geographic Information System) untuk pemetaan penyakit.

 

Kontribusi Regional

Bagian ini memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga kesehatan masyarakat dengan mencegah penyakit yang dapat menular ke manusia (zoonosis). Selain itu, mereka mendukung industri peternakan di Papua melalui laporan rutin dan pelatihan yang diberikan kepada peternak lokal.n yang diberikan kepada peternak lokal.

 

Laboratorium Patologi

1. Laboratorium patologi Balai Veteriner Jayapura adalah salah satu spesialisasi dalam bidang kesehatan hewan yang dapat melakukan diagnose penyakit berdasarkan pemeriksaan makroskopik ( nekropsi ) dan mikroskopik terhadap organ.


2. Personil
a. Drh. Nur Prabowo Dwi Cahyo
b. Christian Sutanto Hutagalung, A.Md


3. Parameter Pengujian
Pengujian yang dilakukan di laboratorium patologi meliputi :
a. Makropatologi (Nekropsi hewan besar, hewan kecil, unggas dan Kepala);
b. Mikropatologi (Histopatologi umum)

 

 

Laboratorium Parasitologi


1. Laboratorium parasitologi merupakan laboratorium penunjang yang digunakan untuk, diagnosis, penelitian dan identifikasi parasit yang menginfeksi hewan, baik itu ternak, hewan peliharaan, maupun satwa liar. Laboratorium parasitologi berfungsi untuk mendukung pendidikan dan pengabdian masyarakat dengan menyediakan layanan pengujian sampel seperti feses dan darah, serta mengidentifikasi ektoparasit (seperti kutu dan caplak) dan endoparasit (seperti cacing dan protozoa).

2. Personil
Personil laboratorium parasitologi berjumlah 2 (dua) orang terdiri dari 2 (dua) orang Medik Veteriner yaitu :
1) drh. Gregorius Wahyudi [Penanggung Jawab (PJ)]
2) drh. Natalia Irene Rumpasium [Personal]


3.  Parameter Pengujian
1)  Cacing Identifikasi
2)  Cacing Identifikasi Metode Apung
3)  Cacing Identifikasi Metode Sedimentasi
4)  Cacing Identifikasi Mc.Master
5)  Parasit Darah Identifikasi
6)  Ektoparasit Identifikasi

 

Laboratorium Virologi

1. Laboratorium Virologi merupakan salah satu fasilitas yang ada di Balai Veteriner Jayapura merupakan salah satu laboratorium pengujian yang tugas pokoknya adalah melakukan pengujian penyakit viral. Balai Veteriner Jayapura merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah DIrektorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dengan wilayah kerjanya meliputi 6 Provinsi yaitu Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya. Balai Veteriner Jayapura dalam menjalankan fungsinya berkoordinasi/berkolaborasi dengan Dinas Peternakan atau yang membidangi peternakan untuk melakukan pengendalian, pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan diwilayahnya.
Laboratorium Virologi Balai Veteriner Jayapura mampu melayani pengujian sampel baik yang berasal dari kegiatan aktif service (sampel asal monitoring/surveilans), pasif service (sampel asal costumer) maupun sampel hasil investigasi. Sampel-sampel dapat berupa darah, serum darah, organ, swab (cloaca,oropharinx, nasoparinx, lingkungan).


2. Fasilitas Laboratorium :
Laboratorium Virologi memiliki beberapa fasilitas yang mendukung pengujian diantaranya :
- Biosafety Cabinet Class II
- Elisa Reader
- Mikroskope FAT


3. Personel :
Medik Veteriner :
- Drh. Yuliana Fatie
- Drh. Daniel Sebastian Simangunsong

Paramedik Veteriner :
- Rena Nurul Husna

4. Jenis Parameter Pengujian :
- Uji HA-HI AI
- Uji HA-HI ND
- Elisa IBD
- Elisa Antigen BVD
- Elisa Antibodi CSF
- Elisa Antibodi ASF
- Elisa NSP PMK
- Elisa Rabies
- Elisa LSD

 

Laboratorium Kesmavet

1. Laboratorium Kesmavet merupakan salah satu fasilitas yang ada di Balai Veteriner Jayapura. Laboratorium kesmavet melaksanakan tugas pokok dan fungsi yaitu pemeriksaan dan pengujian bahan pangan asal hewan secara biologik dan kimiawi yang bersifat zoonosis dan non zoonosis. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara aktif dan pasif, kegiatan secara aktif dilaksanakan dengan mengadakan surveilans dan monitoring ke lokasi untuk melakukan pengamatan, pengumpulan data dan pengambilan sampel / spesimen dari masyarakat maupun organisasi pemerintah / non pemerintah di wilayah kerja Balai Veteriner Jayapura untuk menunjang pangan asal hewan yang bersifat ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal).

2.  Personil
     a. drh. Ratna Loventa Sulaxono
     b. drh. Sari Putriani
     c. Agatha Trisna Puspitasari, A.Md, Vet

3.  Pengujian di Laboratorium Kesmavet
     a. Pengujian Enterobacteriaceae Enumerasi (sampel Produk Asal Hewan, Daging dan Telur)
     b. Pengujian Staphylococcus Aureus Enumerasi (sampel Produk Asal Hewan, Daging dan Telur)
     c.  Pengujian Salmonella spp Isolasi dan Identifikasi (sampel Produk Asal Hewan, Daging dan Telur)
     d. Pengujian E. Coli Enumerasi (sampel Produk Asal Hewan, Daging dan Telur)
     e. Pengujian ALT Enumerasi (sampel Produk Asal Hewan, Daging dan Telur)
     f.  Pengujian Formalin Kualitatif (sampel Produk Asal Hewan)
     g. Pengujian Boraks Kualitatif (sampel Produk Asal Hewan)