Waspada Wabah ASF Mengancam, Merauke Siaga Satu Proteksi Ternak Babi
MERAUKE – Pemerintah Kabupaten Merauke bersama Karantina Pertanian Papua Selatan dan Balai Veteriner Jayapura menetapkan status siaga guna membendung potensi penyebaran African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika. Pengawasan lalu lintas hewan di perbatasan kini diperketat. Langkah tegas ini diambil menyusul laporan meluasnya wabah ASF yang telah menginfeksi ternak babi di wilayah tetangga, Kabupaten Boven Digoel.
Meskipun Merauke hingga saat ini terkonfirmasi masih dalam status bebas ASF, pergerakan virus yang masif menuntut kewaspadaan tingkat tinggi dari seluruh pihak.
Rekam Jejak Penyebaran Wabah
Kepala Karantina Pertanian Papua Selatan, Irsan Nuhantoro, memaparkan bahwa eskalasi kematian ternak babi terdeteksi menunjukkan pergerakan yang progresif:
🔸April 2026: Terjadi kematian awal sekitar 1.100 ekor babi dengan tingkat mortalitas mencapai 100% yang tersebar di tujuh distrik di Kabupaten Boven Digoel.
🔸Juli 2026: Sebaran virus terdeteksi bergeser ke Distrik Arimop. Pengujian laboratorium oleh Balai Veteriner Jayapura mengonfirmasi sampel tersebut positif ASF.
Irsan menegaskan, kedudukan Merauke sebagai pusat penopang populasi dan pasokan ternak babi di wilayah Papua menjadikan ancaman ini amat krusial. Masuknya virus ke Merauke tak hanya berpotensi memusnahkan populasi babi, namun juga dapat melumpuhkan perekonomian masyarakat peternak.
Imbauan Balai Veteriner Jayapura: Kenali Gejala, Tingkatkan Biosekuriti, dan Lapor Cepat!
Menanggapi ancaman tersebut, Kepala Balai Veteriner Jayapura, drh. Tri Juwianto, menerbitkan imbauan penting bagi para peternak dan petugas lapangan untuk mengambil langkah deteksi dini serta pencegahan aktif.
Pesan Penting Kepala Balai Veteriner Jayapura, drh. Tri Juwianto:
"Pencegahan terbaik dimulai dari kandang masing-masing. Kami mengimbau seluruh peternak untuk meningkatkan peneraparan biosekuriti dan menjaga higienitas lingkungan peternakan secara ketat. Waspadai tanda-tanda klinis spesifik ASF pada babi, seperti demam tinggi, kemerahan atau pendarahan pada kulit (terutama telinga, perut, dan kaki), kemurungan, kehilangan nafsu makan, hingga kematian mendadak dalam jumlah tinggi.
Jika menemukan indikasi atau kasus kematian babi dengan gejala klinis yang menyerupai ASF, segera lakukan lapor cepat kepada petugas kesehatan hewan setempat atau langsung ke tim Balai Veteriner Jayapura. Respons cepat sangat menentukan ketepatan pengambilan sampel dan penanganan di lapangan sebelum penularan meluas."
Langkah Strategis Proteksi Lumbung Pangan
Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat dan instansi teknis tidak lengah. Sebagai kawasan strategis penopang lumbung pangan nasional—yang mencakup komoditas unggas, sapi, hingga babi—perlindungan terhadap populasi ternak lokal menjadi prioritas utama.
Untuk mengantisipasi potensi risiko dan kerugian besar peternak, sejumlah langkah taktis pencegahan mulai disiagakan:
🔸Pengetatan Jalur Masuk: Mengintensifkan pemeriksaan di pintu-pintu perbatasan serta mengawasi ketat pergerakan lalu lintas babi maupun produk olahannya.
🔸Protokol Disinfeksi Massal: Menerapkan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan bagi kendaraan armada pengangkut serta barang-barang yang melintasi jalur perbatasan.
🔸Edukasi Biosekuriti Peternak: Membatasi segala faktor risiko penularan, termasuk memutus kontak ternak dengan babi hutan, vektor serangga, serta media lingkungan yang tercemar.