Dukung Makan Bergizi Gratis, Kementan dan Komisi IV DPR RI Gelar Bimtek Ayam Petelur bagi Peternak Papua Selatan
MERAUKE — Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Veteriner Jayapura Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bekerja sama dengan Anggota Komisi IV DPR RI, Sulaeman L. Hamzah, menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Pemeliharaan Ayam Petelur di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Aspirasi Sulaeman Hamzah ini ditujukan bagi 15 kelompok peternak penerima Bantuan Pemerintah (Banper) Tahun 2026 yang berasal dari Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel.
Dihadiri Jajaran Pejabat Daerah dan Akademisi
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat pemerintah daerah, instansi teknis, serta civitas akademika, di antaranya:
- Dr. H. Fauzun Nihayah, S.HI., M.H. — Wakil Bupati Kabupaten Merauke sekaligus Direktur Eksekutif Rumah Aspirasi H. Sulaeman L. Hamzah
- drh. Tri Juwianto — Kepala Balai Veteriner Jayapura
- Dr. Ir. Martina Sri Lestari, M.P. — Plt. Kepala Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Papua Selatan
- Paino, S.IP., M.T. — Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Selatan
- Martha Bayu Wahyuni Wijaya, A.Pi., M.Sc. — Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke
- Perwakilan dari Karantina
- Perwakilan dari Fakultas Pertanian Universitas Musamus Merauke
Peluang Emas di Tengah Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Dalam sambutan pembukaannya, Anggota Komisi IV DPR RI, Sulaeman L. Hamzah, menekankan pentingnya para peternak menimba ilmu dari para narasumber teknis. Ia menyebutkan bahwa digencarkannya program prioritas Presiden Prabowo Subianto berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi peluang pasar yang sangat besar bagi komoditas peternakan lokal, khususnya telur ayam.
"Produk telur yang dihasilkan para peternak lokal akan diserap sebagai bahan baku kebutuhan MBG di sekolah-sekolah. Namun, produksi yang melimpah harus diimbangi dengan manajemen pemasaran yang teratur agar telur tidak menumpuk dan bisa habis terjual," ujar Sulaeman.
Sulaeman mendorong pentingnya proteksi pasar daerah dengan mengimbau agar pasokan telur dari luar daerah dibatasi saat produksi telur lokal di Merauke sedang melimpah. Langkah pembatasan ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas harga produk lokal sekaligus menjamin kesehatan ternak di kawasan Papua Selatan.
Keberlanjutan Program dan Penguatan Kelompok Binaan
Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah, menyambut baik pelaksanaan Bimtek ini. Ia menyoroti beberapa aspek penting untuk menjaga keberlanjutan sektor peternakan di Papua Selatan:
- Ketersediaan & Harga Pakan: Diharapkan masalah harga pakan yang membebani peternak dapat teratasi dengan solusi pakan yang lebih terjangkau.
- Pendampingan Tepat Sasaran: Seluruh penerima manfaat didata dan dikomunikasikan secara transparan agar bantuan terdistribusi secara akurat, termasuk bagi warga asli Papua (OAP) binaan.
- Manajemen & Kekompakan: Kelompok usaha diimbau untuk terus menjaga transparansi finansial, memperkuat kekompakan tim, dan mengoptimalkan manajemen pengelolaan modal.
Realisasi Bantuan Pemerintah Tahun 2026
Kepala Balai Veteriner Jayapura, drh. Tri Juwianto, menyampaikan apresiasinya atas komitmen Komisi IV DPR RI dalam mengawal aspirasi masyarakat Papua Selatan.
Tri Juwianto memaparkan bahwa dari total alokasi 17 kelompok sasaran di Provinsi Papua Selatan pada Tahun Anggaran 2026, sebanyak 15 kelompok peternak telah berhasil direalisasikan, yang terdiri dari:
- 14 Kelompok di Kabupaten Merauke
- 1 Kelompok di Kabupaten Boven Digoel
Selain pembekalan manajemen peternakan melalui Bimtek, pemerintah menyerahkan paket bantuan fisik secara simbolis berupa kandang ayam, suplai pakan, serta 600 ekor ayam petelur untuk kelompok penerima manfaat. Melalui bantuan intervensi ini, Kementan berharap tingkat kesejahteraan anggota kelompok dapat meningkat seiring dengan tercukupinya kebutuhan protein hewani bagi masyarakat di wilayah Papua Selatan.