Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Edisi 3 : Sapa Pelanggan, Langkah Strategis Cegah ASF Bersama Ketua MRP Papua Selatan

22/08/2026 16:40:00 Admin Satker 52

​MERAUKE – Balai Veteriner Jayapura terus menggalakkan upaya pencegahan penyebaran penyakit hewan menular, khususnya African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika di wilayah Papua Selatan. Dalam kunjungan edukasi di Kabupaten Merauke, tim Balai Veteriner Jayapura memberikan pendampingan teknis dan pemahaman mendalam terkait manajemen kesehatan babi kepada Damianus Katayu, S.IP., M.AP., Ketua definitif Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Selatan (MRP PPS) periode 2023–2028, yang juga aktif sebagai peternak babi dengan kepemilikan 10 ekor babi. Edukasi yang disampaikan mencakup empat pilar utama dalam pengendalian penyakit babi:

​Mengenali Gejala Klinis ASF: Mengidentifikasi tanda-tanda awal babi sakit, seperti demam tinggi, kemerahan pada kulit (terutama telinga dan perut), kehilangan nafsu makan, lemas, hingga kematian mendadak.

​Mekanisme Pelaporan Cepat: Tata cara dan alur pelaporan segera kepada petugas kesehatan hewan setempat atau dinas terkait jika ditemukan gejala mencurigakan, guna memutus rantai penularan sedini mungkin.

​Manajemen Pemeliharaan Ideal: Penerapan tata kelola pakan yang bersih (menghindari penggunaan sisa makanan/swill feeding yang tidak dimasak) serta menjaga sanitasi lingkungan peternakan.

​Penerapan Biosecurity Kandang: Pembatasan akses lalu lintas orang dan kendaraan keluar-masuk area kandang, desinfeksi berkala, serta isolasi untuk ternak yang baru masuk.

​Kepala Balai Veteriner Jayapura berharap edukasi dan informasi teknis yang diterima oleh Ketua MRP PPS dapat diteruskan dan disebarluaskan kembali kepada seluruh komunitas peternak babi di Papua Selatan. Tokoh masyarakat dan pejabat daerah diharapkan menjadi figur pelopor dalam memperkuat kesadaran kolektif mengenai pentingnya biosecurity demi menjaga keberlangsungan populasi ternak babi dan perekonomian peternak lokal.