Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu
Logo

Sinergi Pusat dan Daerah: Serah Terima Banmas Sapi Kurban 2026 di Papua Sukses Dilaksanakan

18/05/2026 17:10:00 Admin Satker 31

JAYAPURA – Langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Tanah Papua terus dipacu dengan mengedepankan aspek kesehatan hewan yang ketat. Bertempat di Gedung Kantor Gubernur Provinsi Papua, telah dilaksanakan pertemuan koordinasi penting terkait program Bantuan Pemerintah (Banpem) Sapi Presiden untuk wilayah Provinsi Papua.

Pertemuan bernilai strategis ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua, Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Sekretariat Presiden (Sespres) RI, jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, para calon peternak sapi penerima manfaat, serta perwakilan Dinas dari 9 kabupaten dan kota di Provinsi Papua yang menjadi lokus penyaluran bantuan tersebut.

Jaminan Kesehatan Melalui Uji Laboratorium Balai Veteriner Jayapura

Ada yang berbeda dan menjadi fokus utama dalam pengadaan Banpem Sapi Presiden kali ini. Guna menjamin mutu dan keamanan biologis, seluruh calon sapi terpilih dipastikan telah melalui rangkaian pemeriksaan spesimen secara laboratoris di Balai Veteriner Jayapura.

Langkah pengujian ini dilakukan untuk memastikan bahwa ternak yang akan diserahkan kepada masyarakat benar-benar sehat, produktif, serta bebas dari penyakit hewan menular strategis (PHMS). Dukungan teknis laboratorium ini memberikan rasa aman bagi para calon peternak dan dinas teknis di daerah sebelum proses distribusi dilakukan.

Komitmen Pemprov Papua dan Pengawalan Pusat

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen menegaskan bahwa Banpem Sapi Presiden ini merupakan amanah besar sekaligus stimulan penting bagi peningkatan kesejahteraan peternak orang asli Papua (OAP). Beliau meminta seluruh jajaran dinas di tingkat provinsi maupun 9 kabupaten/kota untuk serius dan proaktif dalam mengawal program ini.

Kehadiran tim Sespres RI dan Kementan RI di Gedung Negara ini juga mempertegas komitmen pemerintah pusat untuk memastikan seluruh tahapan—mulai dari verifikasi Calon Peternak dan Calon Lokasi (CPCL), status kesehatan komoditas, hingga distribusi lapangan—berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

                                                                                                   

Sinergi Lintas Sektor dan Manajemen Pascadistribusi

Pertemuan ini juga menggarisbawahi pentingnya kesiapan manajemen pemeliharaan, ketersediaan pakan, serta pengawasan biosecurity pascadistribusi. Mengingat tantangan geografis di Papua yang cukup menantang, koordinasi logistik antar-wilayah menjadi kunci utama.

Dengan modal hasil uji laboratorium yang klir dari Balai Veteriner Jayapura, dinas terkait di 9 kabupaten/kota kini berfokus pada pendampingan teknis agar sapi bantuan Presiden yang diterima peternak dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan baru dan berkembang biak secara optimal.

"Program Banpem Sapi Presiden ini luar biasa karena menyentuh dua sisi ekonomi masyarakat kita sekaligus. Sisi pertama, peternak lokal kita yang sapinya dibeli mendapatkan keuntungan finansial langsung dalam skala besar, yang tentu saja langsung meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. Sisi kedua, calon peternak penerima manfaat mendapatkan modal kerja baru berupa bibit sapi berkualitas yang siap dikembangkan," ujar Wagub Aryoko Rumaropen.

                                                                                                 

Melalui pertemuan koordinasi ini, seluruh pihak yang terlibat menyepakati komitmen bersama untuk menyukseskan program Banpem Sapi Presiden 2026, menjadikannya tonggak penting kebangkitan sektor peternakan yang sehat dan berkelanjutan di Bumi Cenderawasih.