Balai Veteriner Jayapura Dukung Program Strategis Kementerian Pertanian pada Rakor PM-AAS dan Hilirisasi Pertanian Provinsi Papua
Jayapura, 23 Juli 2026 – Balai Veteriner (BVet) Jayapura turut berpartisipasi sebagai narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agriculture System) dan Hilirisasi Pertanian Provinsi Papua Tahun 2026 yang diselenggarakan di Swiss-Belhotel Papua. Kehadiran BVet Jayapura merupakan bentuk dukungan terhadap percepatan implementasi program strategis Kementerian Pertanian dalam mewujudkan pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi wadah penyampaian Dukungan BVet terhadap Program Strategis Kementan oleh Kepala Balai Veteriner Jayapura, drh. Tri Juwianto, kepada instansi terkait dan para penyuluh pertanian yang hadir.
Rakor dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Papua dan dihadiri oleh Dirjen lingkup Kementan, Dirwil Pasca Panen, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, TNI, Bulog, Badan Pusat Statistik, penyedia sarana produksi pertanian, serta berbagai pemangku kepentingan yang mendukung pembangunan pertanian di Provinsi Papua baik daring maupun luring.
Dalam kesempatan tersebut, drh. Tri Juwianto menyampaikan berbagai bentuk dukungan terhadap program strategis Kementerian Pertanian, meliputi kegiatan surveilans penyakit hewan, pengujian laboratorium, penyidikan, penyusunan peta penyakit, bimbingan teknis, pengawasan keamanan produk hewan, edukasi biosekuriti, serta penguatan koordinasi lintas sektor. Kepala BVet Jayapura juga menyampaikan peran aktif Balai dalam mendukung pengembangan peternakan ayam petelur sebagai bagian dari upaya peningkatan produksi pangan dan penyediaan protein hewani di wilayah Papua.
Selain itu, sampaikan pula pelaksanaan Program Pengembangan Ayam Petelur, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, kementerian pertanian yang telah dan sedang dilaksanakan BV Jayapura di Provinsi Papua Selatan dan Provinsi Papua Barat Daya. Program ini bertujuan meningkatkan produksi telur, konsumsi protein hewani, serta pendapatan masyarakat melalui pemberian bantuan ayam petelur, pakan, kandang, obat dan vitamin, yang disertai pendampingan teknis kepada kelompok penerima manfaat.
Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana KIE kepada penyuluh dan para stake holder dalam mempertahankan Papua bebas rabies dan mengajak untuk melaporkan jika terdapat kasus gigitan dari Hewan Penular Rabies (HPR). Kewaspadaan terhadap penyakit African swine fever (ASF) yang masih beredar di Pulau Papua dan mengancam populasi babi yang merupakan komiditi favorit masyarakat lokal juga disampaikan oleh drh. Tri Juwianto.
Melalui forum koordinasi ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara penyuluh dan masyarakat,pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS), hilirisasi pertanian, serta pengembangan subsektor peternakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani/peternak dan memperkuat ketahanan pangan di Provinsi Papua.