Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Antisipasi Peralihan Musim, Balai Veteriner Jayapura dan Dinas Peternakan Papua Barat Tingkatkan Kewaspadaan PHMS

02/11/2026 12:50:00 Admin Satker 5

MANOKWARI — Menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda, melalui Direktur Kesehatan Hewan, Balai Veteriner Jayapura terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas instansi. Langkah antisipatif ini diwujudkan melalui kunjungan kerja dan pertemuan strategis yang dilaksanakan pada Senin, 02 November 2026.

Kunjungan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Balai Veteriner Jayapura, Tri Juwianto, bersama jajaran tim teknis, yang diterima secara hangat oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat, Dr. drh. Hendrikus Fatem, M.P.

Dalam kesempatan tersebut, Balai Veteriner Jayapura secara resmi menyerahkan Peta Penyakit Hewan hasil kajian dan pemetaan spasial tim teknis Balai Veteriner Jayapura kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat. Penyerahan peta ini menjadi instrumen penting sebagai basis data epidemiologi dan penentuan arah kebijakan pengendalian penyakit hewan di wilayah Provinsi Papua Barat.

Koordinasi intensif dalam kunjungan awal November ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) pada masa peralihan musim di wilayah Provinsi Papua Barat. Langkah ini menjadi krusial untuk menjaga stabilitas populasi ternak serta menjamin ketahanan pangan masyarakat.

Penguatan Deteksi Dini & Pengawasan Terintegrasi

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Balai Veteriner Jayapura, Tri Juwianto, bersama Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat menyepakati penguatan skema deteksi dini dan pengawasan kesehatan hewan di tingkat lapangan berbasis Peta Penyakit Hewan yang telah diserahkan. Langkah ini mencakup akselerasi pelaksanaan surveilans terpadu, pengambilan sampel biologis, hingga pengetatan pengawasan lalu lintas ternak yang masuk maupun melintas di wilayah Papua Barat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat, Dr. drh. Hendrikus Fatem, M.P., menyambut baik penyerahan peta penyakit serta penguatan sinergi dari jajaran Balai Veteriner Jayapura.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan Balai Veteriner Jayapura selaku UPT Pusat merupakan kunci utama dalam mengawal kesehatan hewan di Papua Barat. Dukungan Peta Penyakit Hewan dari Balai Veteriner Jayapura ini sangat berharga sebagai pedoman kami di daerah. Memasuki masa peralihan musim, kerentanan ternak terhadap penyakit meningkat. Oleh karena itu, kita tingkatkan kewaspadaan melalui penguatan sistem pelaporan, respon cepat di lapangan, serta pemantauan biosekuriti peternakan rakyat,” ungkap Dr. drh. Hendrikus Fatem, M.P.

Integrasi Data iSIKHNAS & Edukasi Peternak

Selain pengawasan fisik dan pemetaaan wilayah, koordinasi ini menekankan pentingnya keterpaduan data situasi penyakit hewan yang diperbarui secara real-time melalui sistem iSIKHNAS. Data spasial dan laboratorium yang akurat serta transparan menjadi pijakan utama Otoritas Veteriner dalam mengambil kebijakan pengendalian penyakit secara tepat.

Langkah-langkah strategis yang disepakati meliputi:

  1. Peningkatan Pemantauan & Surveilans Spasial: Mengintensifkan pengawasan pada wilayah kantong peternakan rakyat yang teridentifikasi rentan dalam peta penyakit terhadap ancaman PHMS (seperti ASF, CSF, PMK, serta penyakit enterik/respiratorik).
  2. Penerapan Biosekuriti Ketat: Mengedukasi peternak untuk meningkatkan sanitasi kandang, penyemprotan disinfektan secara berkala, serta menghentikan pemberian pakan sisa (swill feeding) tanpa perebusan matang sempurna.
  3. Respon Cepat & Pelaporan Terpadu: Mempercepat koordinasi petugas lapangan saat ditemukan gejala klinis penyakit ternak agar tindakan pengobatan dan isolasi dapat langsung dilakukan.

Melalui penyerahan Peta Penyakit Hewan serta komitmen kolaborasi yang solid antara Balai Veteriner Jayapura dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua Barat, diharapkan status kesehatan hewan di wilayah Papua Barat tetap terjaga aman dan kondusif, sekaligus memberikan kepastian serta perlindungan bagi para peternak lokal.