Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Antisipasi Peralihan Musim, Balai Veteriner Jayapura Perketat Surveillance dan Kesehatan Ternak Babi di Kota Jayapura

31/10/2026 19:30:00 Admin Satker 9

JAYAPURA — Menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan melalui Direktur Kesehatan Hewan terkait kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) pada masa peralihan musim, Balai Veteriner Jayapura bergerak cepat meningkatkan pemantauan, koordinasi, dan pelayanan kesehatan hewan di wilayah kerjanya. Salah satu fokus utama kegiatan ini dilaksanakan di Kota Jayapura.

Kota Jayapura merupakan salah satu wilayah strategis di Provinsi Papua dengan aktivitas usaha peternakan babi yang memegang peranan penting dalam mendukung kebutuhan pangan serta perekonomian masyarakat. Mengingat tingginya aktivitas lalu lintas ternak antarwilayah yang berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit hewan menular, pengawasan ketat dan deteksi dini menjadi krusial untuk menjaga kelangsungan usaha peternakan setempat.

Sebagai langkah konkret deteksi dini dan penguatan surveilans PHMS, Balai Veteriner Jayapura bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura menggelar kegiatan surveilans penyakit ternak babi pada 29–31 Oktober 2026.

Rangkaian Kegiatan Surveilans Lapangan

  1. Pemeriksaan Klinis Langsung di Kandang Tim teknis turun langsung ke beberapa lokasi peternakan babi target untuk melakukan pengamatan kondisi fisik ternak secara detail. Pemeriksaan meliputi kondisi umum, nafsu makan, kondisi kulit, serta sistem pernapasan dan pencernaan guna mengidentifikasi gejala klinis penyakit menular.
  2. Wawancara dan Pendataan Faktor Risiko Petugas melakukan wawancara mendalam dengan para peternak mengenai riwayat pemeliharaan, populasi, rekam jejak penyakit dan kematian ternak, tindakan pengobatan, vaksinasi, hingga penerapan biosekuriti. Data tersebut didokumentasikan dalam kuesioner surveilans untuk memetakan gambaran status kesehatan ternak di Kota Jayapura.
  3. Pengambilan Spesimen Laboratorium Sesuai standar biosafety dan biosecurity, tim mengambil spesimen berupa sampel darah, swab nasofaring, dan feses dari ternak babi target. Sampel tersebut dibawa ke Laboratorium Balai Veteriner Jayapura untuk pengujian diagnostik lebih lanjut.
  4. Edukasi dan Komunikasi (KIE) Peternak Selain pengambilan sampel, tim memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada peternak mengenai pentingnya biosekuriti kandang, pengawasan lalu lintas ternak, serta imbauan untuk segera melapor jika ditemukan gejala sakit pada ternak.

Menjaga Keberlanjutan Usaha Peternakan

Kegiatan surveilans terpadu ini diharapkan dapat memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap ancaman penyebaran PHMS di Kota Jayapura. Melalui koordinasi yang solid antara Balai Veteriner Jayapura dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura, potensi masuknya penyakit dapat dideteksi sejak dini sehingga status kesehatan ternak dan keberlanjutan ekonomi peternak babi di Kota Jayapura tetap terjaga.